Kamis, 18 September 2008

Riwayat 3 Orang Bani Israil

Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. bahwa dia pernah mendengar Nabi SAW. bersabda:"Ada 3 orang Bani Israil, masing-masing menderita kusta, botak dan buta yang diuji oleh Allah SWT dengan mengutus malaikat kepada mereka.

Malaikat tersebut menemui penderita kusta (yang berkulit belang) dan bertanya,"Apa yang paling kamu sukai?" Dia menjawab,"Warna yang bagus dan kulit yang mulus, karena orang jijik melihatku." Maka malaikat tersebut mengusapnya sehingga penyakitnya hilang. Dia diberi warna yang bagus dan kulit yang mulus seperti semula. Malaikat itu bertanya lagi,"Apa harta yang paling kamu sukai?" Dia menjawab,"Onta." Maka dia diberi onta yang bunting dan malaikat tersebut berkata,"Semoga engkau diberkahi dengan onta ini."

Berikutnya malaikat itu menemui orang yang berkepala botak dan bertanya,"Apa yang paling kamu sukai?". Dia menjawab,"Rambut yang bagus dan hilangnya botakku ini, karena orang-orang jijik melihatku." Maka malaikat tersebut mengusapnya sehingga botaknya hilang. Dia diberi rambut. Malaikat bertanya lagi,"Apa harta yang paling kamu sukai?". Dia menjawab,"Sapi." Maka malaikat memberinya seekor sapi bunting dan berkata,"Semoga engkau diberkahi dengan sapi ini."

Berikutnya malaikat tersebut menemui orang yang buta dan bertanya,"Apa yang paling kamu sukai?". Dia menjawab,"Allah mengembalikan penglihatanku lagi, sehingga aku bisa melihat orang lain". Maka malaikat mengusapnya dan Allah mengembalikan penglihatannya. Malaikat bertanya lagi,"Apa harta yang paling kamu sukai?". Dia menjawab,"Kambing". Maka malaikat memberinya seekor kambing yang hampir beranak.

Kemudian onta, sapi dan kambing tersebut beranak dan berkembang biak sehingga jumlahnya memenuhi lembah. Malaikat kemudian mendatangi penderita kusta yang telah sembuh dengan menyamar sebagai penderita kusta. Malaikat itu mengatakan,"Saya seorang miskin. Saya berjalan cukup jauh dengan naik turun gunung. Sekarang saya tidak memiliki tumpuan harapan kecuali kepada Allah, kemudian kepadamu. Dengan nama Allah yang telah memberimu warna dan kulit yang bagus serta harta, saya minta kepadamu seekor onta untuk bekal perjalanan saya". Penderita kusta yang telah disembuhkan itu menjawab,"Kewajibanku sangat banyak (saya tidak mengabulkan permintaanmu)". Malaikat itu mengatakan,"Sepertinya saya mengenalmu, bukankah kamu dulu menderita kusta yang dipandang jijik oleh orang lain serta menjadi orang miskin, kemudian Allah memberimu anugerah seperti sekarang ini?". Dia mengatakan,"Aku mewarisi harta ini dari nenek moyangku." Malaikat berkata,"Jika kamu berdusta, Allah akan mengembalikanmu seperti semula."

Berikutnya malaikat mendatangi penderita botak yang telah sembuh dengan menyamar sebagai orang botak dan berkata sebagaimana yang dikatakan kepada penderita kusta. Penderita botak yang telah disembuhkan itu pun menolak permintaan malaikat sebagaimana penolakan bekas penderita kusta. Kemudian malaikat mengatakan,"Jika kamu berdusta, maka Allah akan mengembalikanmu seperti semula."

Kemudian malaikat tersebut mendatangi si buta yang telah disembuhkan dengan menyamar sebagai orang buta. Malaikat berkata,"Saya seorang miskin. Saya menempuh perjalanan cukup jauh dengan naik turun gunung. sekarang tumpuan harapan saya tiada lagi kecuali kepada Allah, kemudian kepadamu. Demi nama Allah yang telah mengembalikan penglihatanmu, saya minta seekor kambing kepadamu untuk bekal perjalanan saya."Si buta yang telah disembuhkan tersebut menjawab,"Dulu saya buta, kemudian Allah mengembalikan penglihatan saya dan dulu saya miskin, kemudian Allah memberi saya kekayaan. Silahkan ambil sesukamu. Demi Allah, saya tidak merasa berat sedikitpun atas harta saya yang kau ambil karena Allah." Kemudian malaikat berkata,"Tidak usah kau berikan hartamu, karena semua ini hanyalah ujian. Allah benar-benar meridhoimu dan memurkai dua orang temanmu."

Subhanallah, akhirnya si bekas penderita kusta dan si bekas penderita botak atas kuasa Allah SWT dikembalikan seperti semula yaitu menderita penyakit kusta dan menderita penyakit botak serta dalam keadaan miskin. Sedangkan, si bekas penderita buta dapat hidup bahagia dengan seluruh hartanya yang selalu digunakan di jalan Allah sebagi wujud rasa syukurnya atas segala nikmat yang telah diberikan Allah SWT.

Semoga kita dapat mengambil pelajaran dari kisah ini.


Sumber: Imam Az-Zabidi. "Ringkasan Hadis Shahih Al-Bukhari". Penerbit Pustaka Amani Jakarta.

Tidak ada komentar: